Don’t Be Yourself !

Be Yourself ! pastinya sering ya kita dengar statement itu. Setiap kita berusaha tampil beda atau mulai bersikap tidak biasanya, ada saja orang atau teman ‘ngeh’ kalau kita kok tidak seperti yang biasa mereka kenal sebelumnya.  Dan seringkali mereka mungkin secara spontan bilang “be yourself donk !  kok kamu berubah gini ?”

Dan kitapun mulai ragu dengan perubahan yang sudah kita rencanakan. Kita mulai takut perubahan ini mungkin bisa membuat kita :

  • Kehilangan teman-teman akrab
  • Diasingkan oleh lingkungan
  • Dianggap aneh atau sok berubah
  • Dibilang kehilangan jati diri
  • dan sebagainya

Tapi jangan khawatir dan bingung. Jangankan orang lain, bahkan ada bagian diri dari kita sendiripun pastinya juga berusaha menyabotase upaya sadar kita untuk berubah, tentunya berubah ke arah yang baik dan benar.

Manusia adalah makhluk mental. Dalam diri manusia terdapat beragam sifat mental dan kepribadian, biasanya disebut Ego Personality (EP). Beberapa EP bisa muncul jika ada situasi dan kondisi yang membangkitkannya, misal :

  • EP Penyayang, saat kita kita melihat anak kecil sedang sedih atau menangis, spontan kita membelai kepalanya dan berusaha menenangkan hatinya
  • EP Pemarah, saat kita sedang berkendara dengan santai, tiba-tiba ada angkot yang main salip dan menyenggol kendaraan kita, spontan kita marah
  • EP Pemimpin, saat ada masalah dalam pekerjaan dan tim sudah buntu, kita langsung ambil alih kebuntuan dengan mencari alternatif solusinya

Nah pada saat kita mulai ingin berubah, ini adalah EP Kesadaran kita yang sedang berperan besar muncul dominan pada diri kita. EP Kesadaran ini bekerja dengan cara mulai melakukan introspeksi kedalam diri kita. Berusaha secara objective menilai semua aspek diri kita, mulai dari prinsip-prinsip hidup, keyakinan, keilmuan, wawasan, pola pikir, pola rasa, ucapan, tindakan bahkan sampai level pergaulan sehari-hari pun direnungkan.

Lalu ini semua dibandingkan secara jujur dengan kondisi kehidupan kita saat ini. Apakah dari semua aspek tersebut sudah menghasilkan kondisi yang memuaskan ?

  • Sudah membuat hidup kita bahagia ?
  • Sudah mencapai harapan kita ?
  • Sudah makmur ?
  • Sudah sehat pikiran, perasaan dan fisik ?
  • Sudah bermanfaat buat keluarga dan sesama ?

wow… banyak ya 🙂

Jika ternyata hasil introspeksi diri dan kondisi kehidupan kita saat ini tidak sesuai, berarti memang ada yang salah atau belum tepat dalam pelaksanaannya.

Misalnya kita ingin makmur, bahasa gampangnya kaya raya deh. Tapi setelah hasil introspeksi diri, ternyata jauh dari usaha-usaha mencapai kemakmuran. Kita malas belajar pemahaman baru, ilmu dan wawasan baru, jarang sekali bersedekah  dan fokus bergaul dengan lingkungan yang level ‘frekuensinya’ rendah. Kita ingin makmur tapi tidak ‘on-track’ di jalan arah kemakmuran.

Kegilaan adalah melakukan hal yg sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yg berbeda ~ Albert Einstein

Dari hasil introspeksi kita tadi mulailah kita kita menyadari ( EP Kesadaran ) bahwa untuk mencapai hasil yang berbeda, kita harus juga melakukan hal yang berbeda, seperti quote dari Einstein diatas, ingin hasil berbeda tapi tetap melakukan hal yg sama, jangan sampai kita dibilang gila hehehe.

Artinya perubahan dimulai dari dalam diri. Kita harus mulai berani merencanakan ingin menjadi pribadi macam apa kelak. Pribadi yang jauh lebih baik dari saat ini. Dan kita mulai menyiapkan apa-apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik itu.

GIGO,  Garbage In, Garbage Out artinya, jika yang dimasukkan (Input) ke dalam sistem adalah data sampah, Maka data yang keluar pun (output) adalah sampah.

NINO, Nourish In Nourish Out, input yang bergizi tinggi menghasilkan output yang bernilai tinggi.

Nah dari uraian diatas, kita tahu bahwa untuk mulai mengubah hasilnya ( kebiasaan-karakter-takdir-nasib) yang harus dijaga adalah apa-apa yang masuk ke dalam pikiran dan perasaan kita. Apalagi di jaman digital ini, begitu mudahnya informasi masuk ke dalam otak kita, sejujurnya kebanyakan justru ‘sampah’ yang tidak berguna buat kita, hanya membuang waktu dan membuat pola pikir dan rasa kita, justru menjadi tidak baik.

Mulailah dengan mengurangi :

  • akses  sosial media, group chatting, televisi, radio, majalah dll.
  • Kumpul-kumpul yang tidak relevan dengan pengembangan diri ( kecuali silaturahmi yg bermanfaat )
  • Rasa ingin tahu yang berlebihan pada tiap persoalan ( kepo )
  • Kesibukan diri yang tidak bernilai (banyak tidur, banyak berkhayal)

Mulailah dengan :

  • Menuliskan target pengembangan diri yang kita inginkan
  • Mempelajari apa-apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut
  • Menyiapkan jadwal teratur dalam proses mencapai target tersebut
  • Konsisten  dalam menjalani jadwal yang sudah dibuat

Kita bertanggung jawab terhadap tiap proses yang sudah kita rencanakan tadi, itulah yang dinamakan Ikhtiar. Sedangkan untuk hasilnya tentu kita serahkan kepada Tuhan, itulah yang dinamakan Tawakal.

Ber-Ikhtiarlah dengan penuh kegembiraan dan penuh sukacita, kendala atau tantangan pasti ada, tapi itulah ujiannya, kita sudah tahu hasil akhirnya tidak pernah mengecewakan karena kita punya senjata yang bernama Tawakal ( berserah diri ). Tuhan tidak pernah mengecewakan hambanya yang sudah ber-Ikhtiar sebaik-baiknya dan ber-Tawakal sepasrah-pasrahnya.

Hasilnya akan terlihat dari penilaian lingkungan di sekitar kita. Dan … kembali lagi ke awal, akan banyak yang seakan-akan tidak mengenal kita, padahal kini kita sudah menjadi insan yang berbeda, insan yang insha allah lebih baik dari sebelumnya.

Beberapa dari teman-teman kita mungkin akan kaget dan bilang “Be Your Self bro ! ” karena mereka kehilangan sosok yang mereka kenal. Kembali lagi ke kita sebagai individu, jika sekarang kita berbeda ke pribadi yang jauuh lebih baik, jangan khawatir, secara alami kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang se-‘frekuensi’ dengan ‘frekuensi’ kita saat ini.

Jadi beranilah untuk berubah, berubah ke diri yang jauuh lebih baik !

“Don’t be yourself !” but… “Be the best version of yourself !

Demikianlah adanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *