Menjaga Kesehatan Holistik Di Masa Pandemi

Sudah lebih dari setahun pandemi covid-19 melanda dunia, termasuk negeri kita, Indonesia. Sudah banyak juga korban berjatuhan, baik jiwa, ekonomi dan lain sebagainya. Dan sepertinya kita masih akan melalui hari-hari yang cukup panjang bersama pandemi ini.

Selain kesehatan fisik yang harus kita jaga, kesehatan mental dan spiritual juga harus terpelihara dengan baik. Kesehatan yang bersifat menyeluruh, yaitu kesehatan holistik.

Buat orang seperti saya yang suka bersosialisasi alias ‘nongkrong’, tentunya membuat kondisi mental mudah lelah dan stress. Ditambah lagi dengan pola kerja yang sekarang ini  berubah dan diterapkan banyak company,  dari kerja di kantor menjadi kerja dari rumah. Ini kita semua  tahu, kerja dari rumah berarti alokasi waktu yang lebih panjang dan  ritme kerja yang tidak stabil.

Kesehatan holistik (fisik, mental dan spiritual) adalah tanggung jawab diri sendiri, bukan pihak lain

Untuk itu dibutuhkan kesadaran diri, bahwa yang bertanggung jawab terhadap kesehatan diri kita dalam segala aspeknya, adalah diri kita sendiri, bukan pihak lain dan tidak perlu meminta orang lain untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan kita.

Di kesempatan ini, saya mencoba berbagi tips dan kegiatan yang saya terapkan selama masa pandemi ini, tentu saja untuk menjaga ‘kewarasan’ dan kesehatan fisik, mental dan spiritual.

  • Membaca buku selepas shubuh (buku self help dan agama)
  • Jalan sehat di pagi hari  (di hutan kota atau di taman perumahan)
  • Sholat berjama’ah di Masjid (terutama di hari kerja, sangat menenangkan, tetap terapkan Prokes)
  • Menulis artikel di blog pribadi (seperti blog ini)
  • Menghindari konflik apapun, kalem aja
  • Sedekah secara random (jangan dihitung)
  • Berjalan-jalan di sore hari (keliling lingkungan perumahan)
  • Seminggu sekali hangout bersama keluarga (cari lokasi yg hijau dan alami)

Kesehatan holistik hanya kita sendiri yang bisa mengukur, apakah sukses atau belum. Umumnya jika kita sehat, baik fisik, pikiran dan perasaan, semua itu stabil. Kita bisa merasakan kondisi tubuh yang nyaman dan baik-baik saja.

Kita juga bisa secara objective menilai apakah pikiran dan perasaan kita sudah menjadi stabil, tenang dan lebih sering merasakan perasaan yang nyaman dan bahagia. Jika kondisi tersebut sudah tercapai, maka tinggal dijaga saja supaya tetap langgeng, contohnya itu tadi, seperti beberapa tips diatas.

Demikian yang bisa saya share dikesempatan kali ini. Semoga bermanfaat ya teman-teman. Terima kasih.

About the author

admin

View all posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *